Asing tekan IHSG, emas cetak rekor, dan Wall Street bangkit—rotasi aset jadi kunci arah market hari
Sahamology - 23 Jan 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup melemah -0,20% ke level 8.992, setelah bergerak volatil di rentang 8.992–9.110. Tekanan jual masih terasa kuat seiring asing net sell Rp959 miliar, meski nilai transaksi tinggi Rp37 triliun menandakan aktivitas pasar tetap ramai. Pelemahan dipimpin sektor IDXTechnology (-1,71%), IDXIndustrial (-1,08%), dan IDXEnergy (-0,99%), mencerminkan aksi profit taking saham-saham big caps. Di sisi lain, sektor defensif dan berbasis konsumsi relatif bertahan, dengan IDXNonCyclical (+1,54%), IDXInfrastructure (+1,47%), dan IDXProperty (+1,00%) menguat. Ke depan, pergerakan IHSG hari ini masih berpotensi fluktuatif, dengan fokus pelaku pasar pada arus dana asing dan rotasi sektor sebagai katalis jangka pendek.
⚡Global Market
Wall Street ditutup menguat dengan Dow Jones +0,63%, Nasdaq +0,91%, dan S&P 500 +0,55%, dipimpin saham teknologi seiring kuatnya permintaan AI dan semikonduktor. Meski volatilitas mereda, pasar masih sensitif data inflasi dan kebijakan The Fed, membuat arah jangka pendek tetap reaktif terhadap headline global.
⚡Asia Market
Pasar Asia ditutup positif dengan sentimen risk-on. Nikkei 225 naik +1,73%, menguatkan tren bullish dan mendekati all-time high, didukung ekspektasi stimulus Jepang dan yen lemah yang menguntungkan ekspor. Hang Seng +0,17%, pulih terbatas seiring meredanya risiko geopolitik dan harapan stabilitas global. KOSPI melonjak +0,87% ke rekor tertinggi, ditopang saham otomotif dan semikonduktor AI. Sentimen Asia pagi ini cenderung positif, namun tetap selektif menanti katalis lanjutan.
⚡Komoditas
Pasar komoditas bergerak mixed. WTI Oil turun -2,08% ke US$59, tertekan sentimen tarif dan geopolitik, meski indikator permintaan masih solid. Harga emas melonjak +2,18% ke rekor tertinggi, didorong safe haven dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Sementara CPO Malaysia bergerak datar, bertahan di level tertinggi 52 minggu dengan volatilitas rendah. Fokus pasar kini pada arah kebijakan global dan risiko geopolitik.
⚡Rupiah & Kurs
Rupiah melemah ke kisaran 16.897 per USD, tertekan penguatan Dolar AS global dan meningkatnya arus lindung nilai asing di emerging markets. Sementara DXY rebound ke area 98, ditopang data manufaktur AS dan potensi inflow ekuitas. Pergerakan Rupiah masih sensitif kebijakan The Fed dan isu tarif AS.
⚡Berita Emiten & Korporasi
UNTR - menyiapkan dana Rp2 triliun untuk buyback saham pada Jan–Apr 2026 sebagai strategi menjaga struktur modal dan memperkuat nilai bagi investor.
ELSA - sukses mereplikasi teknologi velocity string di Sumur BNG-68 yang meningkatkan produksi minyak dan gas, menegaskan peran inovasi perseroan dalam mendukung ketahanan energi nasional.
AALI - telah melunasi denda administratif Rp571 miliar terkait penyesuaian tata ruang kehutanan, namun sahamnya tetap tertekan meski manajemen menilai dampaknya tidak material terhadap kinerja.
INET - menyiapkan penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah hingga Rp1 triliun untuk mendanai ekspansi jaringan FTTH, menegaskan fokus pertumbuhan di sektor infrastruktur digital.
GPSO - tancap gas pasca masuk ke Tjokro Group dengan meneken CSPA akuisisi aset industri tahap awal senilai ~Rp700 miliar, sebagai langkah transformasi menjadi holding strategis beraset jumbo.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG ditutup di bawah EMA 7, menandakan tekanan jangka pendek masih dominan. Harga mendekati middle Bollinger Band (20), membuka peluang konsolidasi. Stochastic (15) berada di area overbought, rawan koreksi teknikal. Volume meningkat, mengindikasikan distribusi masih berlangsung dan pasar belum sepenuhnya stabil.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
INCO Signal
MAPA Trend Following
BKSL Swing Trade
MLPL Day Trading
PNLF Intraday Trading