...

Asing net buy, Asia reli, komoditas panas—IHSG tinggal menunggu pemicu untuk lanjutkan breakout.

Sahamology - 14 Jan 2026

⚡Indeks Harga Saham Gabungan

IHSG ditutup menguat +0,72% ke 8.948 dengan nilai transaksi Rp32,6 triliun dan volume 7 miliar lot, menandakan likuiditas dan minat beli tetap solid. Asing net buy Rp1,4 triliun menjadi katalis utama penguatan indeks. Secara teknikal, IHSG berhasil bertahan di atas area 8.900 meski sempat terkoreksi ke 8.841, menunjukkan demand kuat di area support. Penguatan dipimpin sektor Basic (+1,45%) dan Industrial (+1,83%), sementara tekanan terjadi pada Cyclical (-2,36%) dan Energy (-1,38%) akibat aksi profit taking. Untuk perdagangan besok, fokus investor diperkirakan tetap pada saham berbasis komoditas dan industri yang masih didukung arus dana asing.


⚡Global Market

Wall Street melemah dengan Dow Jones -0,80%, Nasdaq -0,10%, dan S&P 500 -0,19% akibat isu investigasi Jerome Powell dan profit taking pasca reli 2025. Meski volatilitas naik, posisi bullish S&P 500 masih kuat, sehingga koreksi saat ini lebih bersifat sehat dan teknikal menjelang arah pasar berikutnya.


⚡Asia Market

Pasar Asia ditutup solid dipimpin Nikkei 225 +3,10% ke rekor 53.549 berkat pelemahan yen, arus dana asing, dan reli Wall Street. Saham eksportir Jepang dan teknologi menjadi motor utama. Hang Seng +0,90% melanjutkan konsolidasi sehat seiring membaiknya relasi dagang AS–China dan kinerja raksasa teknologi. Kospi +1,47% mencetak all time high ditopang tema AI dan sektor chip. Kombinasi ini memberi sentimen positif untuk pembukaan pasar Asia dan IHSG hari berikutnya.


⚡Komoditas

Harga WTI Oil naik +2,77% ke US$61,15 didorong risiko geopolitik Timur Tengah dan Rusia yang memicu kekhawatiran pasokan. Tren ini menguntungkan saham energi dan migas. Emas tetap di zona all-time high meski turun tipis, menegaskan statusnya sebagai safe haven utama di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga global. Sementara itu, CPO relatif stagnan, minim katalis baru, sehingga saham sawit cenderung bergerak selektif menunggu sentimen ekspor dan kebijakan.


⚡Rupiah & Kurs

Rupiah melemah ke USD/IDR 16.870 seiring penguatan Dolar AS dan sentimen risk-off global. DXY naik ke 99,17 didukung data ekonomi AS yang solid, meski risiko koreksi jangka menengah masih ada. Kondisi ini memberi tekanan jangka pendek bagi IHSG, terutama saham berorientasi impor.


⚡Berita Emiten & Korporasi

ARCI - menggelontorkan USD10 juta untuk eksplorasi Tambang Toka Tindung dengan temuan kadar emas tinggi hingga 26,57 g/t, memperkuat potensi penambahan cadangan dan prospek jangka panjang.

ELSA - melalui Rig EMR-01 sukses mencetak rekor teknologi CWD terdalam di Indonesia, meningkatkan efisiensi pengeboran migas dan memperkuat daya saing serta prospek kinerja jangka panjang.

MBMA - menggelontorkan Rp44,37 miliar untuk eksplorasi nikel guna meningkatkan kualitas cadangan dan memperkuat rantai pasok baterai kendaraan listrik nasional.

TPIA - menjalankan Turnaround Maintenance terjadwal awal 2026 di pabrik Cilegon untuk menjaga keandalan, keselamatan, dan kesinambungan produksi petrokimia jangka panjang.

ASSA - menyuntikkan modal Rp20 miliar ke DMS sehingga kepemilikannya naik jadi 99,99%, memperkuat struktur keuangan dan kapasitas ekspansi anak usaha.


⚡Quick Technicals IHSG

IHSG masih bullish karena harga bertahan di atas EMA 7 dan bergerak dekat upper Bollinger Band 20, menandakan tren naik aktif. Stochastic 15 berada di area overbought, tapi belum membentuk sinyal turun. Volume meningkat, mengonfirmasi momentum beli masih kuat meski rawan pullback kecil.


⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader


JPFA Signal

MLPL Trend Following

PGEO Swing Trade

MBMA Day Trading

MDKA Intraday Trading


Watchlist
View All

Akses Fitur Premium!

Tersedia Alert Signal, Screener, Watchlist dan AI analisa untuk portfolio saham Anda. Yuk berlangganan SAHAMOLOGY WEB untuk menikmati fitur alert watchlist untuk terus kamu pantau saham-saham pilihan. klik

Berlangganan Sekarang
Calendar Economic