Asing kembali masuk, sektor rotasi jalan, namun volatilitas global mengintai—IHSG butuh katalis lanj
Sahamology - 26 Feb 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup menguat +0,50% ke 8.322, bergerak volatil di rentang 8.260–8.374. Penguatan ini ditopang asing net buy Rp1,1 triliun, mengindikasikan akumulasi selektif di tengah likuiditas solid (value Rp27,9 triliun, volume 5,7 miliar lot). Secara sektoral, IDXHealth (+2,73%), IDXCyclic (+2,71%), dan IDXIndust (+2,21%) memimpin reli, mencerminkan rotasi ke saham berbasis pertumbuhan dan konsumsi. Sebaliknya, IDXTrans (-1,69%), IDXFinance (-0,23%), dan IDXTechno (-0,21%) masih tertahan. Untuk sesi berikutnya, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan terbatas selama aliran dana asing bertahan, dengan fokus pada sektor yang menunjukkan relative strength dan volume meningkat.
⚡Global Market
Wall Street menguat dengan Dow Jones +0,63%, Nasdaq +1,26%, dan S&P 500 +0,81%, ditopang optimisme laba 2026 dan akselerasi belanja AI. Namun, pasar masih dibayangi risiko unwind CTA, terutama di Nasdaq. Fokus global bergeser ke rotasi sektor dan saham AI.
⚡Asia Market
Pasar Asia menguat solid, dipimpin Nikkei +2,20% yang mencetak rekor baru, didorong reli saham teknologi, semikonduktor, dan AI serta ekspektasi stimulus lanjutan Jepang. Hang Seng +0,66% menguat dengan volume tinggi, terbantu sentimen tarif AS lebih ringan, meski volatilitas masih elevated. Kospi +1,91% melonjak berkat euforia semikonduktor dan inflow ETF besar, namun volatilitas tinggi menandakan risiko koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai.
⚡Komoditas
Komoditas bergerak mixed menjelang sesi berikutnya. WTI Oil -0,32% ke $65,42, tertahan meski stok EIA turun tajam, karena pasar mewaspadai risiko unwind CTA dan potensi normalisasi geopolitik. Emas +0,43% tetap kuat sebagai safe haven, ditopang volatilitas global dan minat institusi. Sementara CPO MYX -0,20% ke RM4.045, masih konsolidasi menunggu kepastian regulasi ekspor dan realisasi permintaan Maret 2026.
⚡Rupiah & Kurs
Rupiah menguat 0,27% ke 16.780/USD, didukung intervensi BI di pasar spot dan DNDF meski sentimen eksternal masih menekan. DXY -0,21% melanjutkan tren pelemahan seiring Fed dovish dan hedging USD meningkat. Ruang penguatan rupiah terbuka selama DXY melemah berlanjut.
⚡Berita Emiten & Korporasi
BRMS - menegaskan operasional tambang emas Poboya tetap normal meski beredar isu pembekuan izin, sekaligus menegaskan seluruh perizinan masih berlaku dan ekspansi kapasitas pabrik menuju 2.000 tpd berlanjut sebagai katalis pertumbuhan ke depan.
EMAS - menarik 1,4 miliar saham treasuri (8,95%) melalui pengurangan modal, memangkas saham beredar menjadi 14,7 miliar lembar dan berpotensi mengerek EPS meski fundamental operasional tetap solid.
VKTR - Kuantum Akselerasi Indonesia melepas 16,54 juta saham VKTR sehingga kepemilikan turun menjadi 5,14%, sebuah aksi penyesuaian di tengah volatilitas dan tekanan harga saham dalam sebulan terakhir.
ELPI - mengamankan kredit Rp395,2 miliar dari Bank Mandiri untuk ekspansi armada kapal offshore, ditopang kontrak migas jangka panjang hingga 18 tahun yang memperkuat visibilitas pendapatan dan arus kas ke depan.
BUVA - berencana menggelar right issue jumbo hingga 50 miliar saham untuk membiayai ekspansi dan penguatan modal, dengan risiko dilusi maksimal 67% bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG secara teknikal mulai membaik. Harga kembali di atas EMA 7, menandakan momentum rebound jangka pendek. Bollinger Band 20 mulai melebar ke atas, membuka ruang lanjutan penguatan. Stochastic 15 berada di area overbought, sementara volume stabil, mengindikasikan kenaikan masih sehat namun rawan pullback teknikal.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
INCO Signal
ASII Trend Following
AUTO Swing Trade
VKTR Day Trading
BKSL Intraday Trading