Asing jualan, global volatil, sektor rotasi jalan—ini momen bertahan atau mulai berburu peluang?
Sahamology - 02 Mar 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup stagnan di 8.236 (+0,00%) setelah bergerak volatil di rentang 8.094–8.247. Meski value transaksi tinggi Rp37 triliun dengan volume 1,9 miliar lot, tekanan asing masih dominan dengan net sell Rp804 miliar. Penguatan ditopang sektor IDXIndust (+4,48%), IDXCyclic (+2,88%), dan IDXBasic (+1,88%), sementara IDXFinance (-0,83%) dan IDXInfra (-0,36%) menahan laju indeks. Struktur ini menunjukkan rotasi sektor masih berlangsung di tengah distribusi asing. Untuk perdagangan berikutnya, pelaku pasar perlu mencermati daya tahan sektor penggerak dan potensi technical rebound jika tekanan jual mereda.
⚡Global Market
Wall Street terkoreksi: Dow Jones -1,05%, Nasdaq -0,92%, S&P 500 -0,43% akibat eskalasi konflik AS–Israel vs Iran. Sektor software turun 20% YTD, menekan indeks teknologi. Risiko unwind CTA membayangi, meski prospek earnings 2026 berbasis AI tetap solid. Volatilitas global diperkirakan masih tinggi.
⚡Asia Market
Mayoritas Bursa Asia bergerak variatif. Nikkei +0,16% cenderung konsolidasi pasca rekor, ditopang ekspektasi suku bunga rendah BOJ dan arus masuk asing. Hang Seng +0,95% masih dibayangi ketidakpastian tarif AS dan tekanan sektor properti-teknologi. Sementara Kospi -1,00% terkoreksi mengikuti pelemahan saham chip global, meski fundamental dan tren super-cycle semikonduktor menjaga optimisme jangka menengah.
⚡Komoditas
Harga komoditas bergerak variatif. WTI Oil naik 2,78% ke $67,02 dipicu tensi geopolitik, meski lonjakan stok EIA membatasi kenaikan. Emas menguat 1,88% sebagai safe haven di tengah risiko global dan pelemahan saham teknologi. Sementara CPO naik 0,92% ke RM4.042, namun tren jangka pendek masih lemah akibat permintaan global yang belum pulih.
⚡Rupiah & Kurs
USD/IDR naik ke 16.774 (+0,13%), rupiah masih tertekan sentimen fiskal domestik meski BI menahan suku bunga 4,75%. Sementara DXY turun 0,14% ke 97,65 akibat defisit dagang AS melebar. Pasar menanti data PCE dan sinyal kebijakan The Fed sebagai penentu arah selanjutnya.
⚡Berita Emiten & Korporasi
MLPT - membukukan laba bersih 2025 turun 8,78% menjadi Rp336,49 miliar akibat faktor non-operasional, meski penjualan, laba kotor, dan laba usaha menunjukkan pertumbuhan solid serta efisiensi biaya.
GIAA - Danantara Indonesia menyatakan kesiapan memborong 50 pesawat Boeing untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), dengan fokus pada kepastian jadwal pengiriman dan skema pendanaan agar tetap menjaga fleksibilitas keuangan maskapai.
BIRD - menyiapkan lebih dari 25 ribu armada di momentum Lebaran 2026 guna menangkap lonjakan mobilitas dan mengoptimalkan pendapatan, ditopang ekspansi titik operasional serta digitalisasi layanan melalui aplikasi MyBluebird.
ASII - mengusulkan total dividen Rp390 per saham dengan payout ratio 48% meski laba 2025 turun 3%, ditopang ekspansi portofolio, buyback saham, dan diversifikasi ke tambang emas.
UNTR - mencatat laba bersih 2025 turun 24% menjadi Rp14,81 triliun akibat tekanan cuaca dan pelemahan harga batu bara, meski segmen emas tumbuh kuat dan aset perseroan meningkat.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG berada di sekitar EMA7, menandakan fase konsolidasi jangka pendek. Bollinger Band (20) mulai menyempit, sinyal potensi pergerakan besar berikutnya. Stochastic (15) di area 70–80 mengindikasikan overbought ringan. Volume relatif stabil, belum menunjukkan akumulasi agresif. Waspadai potensi pullback atau breakout lanjutan.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
AMMN Signal
NCKL Trend Following
BRMS Swing Trade
WIIM Day Trading
BUVA Intraday Trading