Asing jual, komoditas turun, global masih rapuh—IHSG kini menguji disiplin trader, bukan optimisme.
Sahamology - 18 Feb 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG melemah -0,64% ke 8.212, setelah bergerak volatil di rentang 8.171–8.252. Tekanan jual masih terasa seiring asing net sell Rp2,2 triliun, meski likuiditas pasar tetap solid dengan nilai transaksi Rp22,5 triliun dan volume 2,4 miliar lot. Secara sektoral, rotasi berjalan selektif. Sektor energi (+1,32%), transportasi (+1,66%), dan siklikal (+0,95%) menjadi penopang, mengindikasikan minat pada saham berbasis pertumbuhan dan pemulihan aktivitas. Sebaliknya, infrastruktur (-1,23%), basic (-1,06%), dan kesehatan (-0,96%) terkoreksi. Ke depan, pasar berpotensi konsolidasi dengan peluang trading selektif pada sektor yang menunjukkan relative strength, sambil mencermati arus dana asing dan sentimen global.
⚡Global Market
Wall Street ditutup menguat terbatas seiring meredanya tekanan inflasi. Dow Jones (+0,07%), S&P 500 (+0,10%), dan Nasdaq (+0,14%) menguat tipis didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Namun, rotasi ke saham defensif mencerminkan sikap hati-hati investor dan membuka peluang volatilitas jangka pendek.
⚡Asia Market
Bursa Asia bergerak mixed dengan dinamika regional yang kontras. Nikkei 225 (-0,42%) terkoreksi seiring memudarnya euforia pasca pemilu dan lemahnya data GDP Jepang. Hang Seng (+0,52%) relatif stabil di tengah likuiditas tipis libur Imlek, ditopang saham tambang. Sementara KOSPI (-0,28%) tetap dekat rekor, didorong lonjakan saham chip AI seperti Samsung dan SK Hynix, menegaskan dominasi tema teknologi Asia.
⚡Komoditas
Komoditas global tertekan jelang perdagangan berikutnya. WTI Oil (-0,89%) melemah ke US$62,3/barel, dibebani lonjakan stok minyak AS dan kekhawatiran permintaan global. Emas (-3,24%) terkoreksi tajam pasca rekor, dipicu profit taking, penguatan dolar, dan meredanya tensi geopolitik, meski tren tahunan tetap bullish. Sementara CPO MYX (-0,84%) bergerak stagnan di level psikologis, mencerminkan pasar masih menanti katalis fundamental.
⚡Rupiah & Kurs
Nilai tukar rupiah masih tertekan. USD/IDR (+0,17%) bertahan di 16.839, dipengaruhi outlook kredit negatif Moody’s dan berlanjutnya arus keluar asing dari pasar saham. Sementara USD Index (DXY) melemah di kisaran 97, mencerminkan sikap dovish The Fed dan meningkatnya aktivitas hedging global.
⚡Berita Emiten & Korporasi
PGEO - memperkuat sentimen energi hijau dengan memulai proyek green hydrogen berbasis panas bumi di Terminal LPG Tanjung Sekong, langkah strategis yang mendukung transisi energi nasional, diversifikasi pendapatan, dan target Net Zero Emission 2060.
IRSX - Aksi borong 113,19 juta saham IRSX oleh pengendali PT Matra Tri Abadi menjadi sinyal kepercayaan kuat terhadap prospek jangka panjang perusahaan dan berpotensi memperkuat sentimen positif pasar terhadap stabilitas serta arah bisnis IRSX ke depan.
EXCL - XLSmart Telecom (EXCL) mencatat rugi bersih Rp4,42 triliun di 2025 meski pendapatan melonjak 23,4% yoy, karena lonjakan beban operasional dan keuangan yang jauh lebih agresif menggerus profitabilitas dan meningkatkan risiko struktur pendanaan.
UNVR - Unilever Indonesia (UNVR) menegaskan kebijakan dividen 100% untuk 2025 ditambah dividen ekstra dari divestasi es krim dan Sariwangi, seiring lonjakan laba 127% yoy dan neraca net zero debt, memperkuat daya tarik UNVR sebagai saham dividen.
BUMI - menawarkan obligasi berkelanjutan Rp612,75 miliar dengan kupon tetap 7,25% dan rating idA+, menjadi opsi imbal hasil stabil bagi investor di tengah volatilitas sektor komoditas.
⚡Quick Technicals IHSG
Pergerakan harga masih di bawah EMA 7, menandakan momentum jangka pendek belum pulih. Bollinger Band 20 menunjukkan IHSG bergerak di area tengah–bawah, fase konsolidasi. Stochastic 15 mulai rebound dari area rendah, membuka peluang technical rebound terbatas. Volume menurun, menandakan tekanan jual mulai mereda namun konfirmasi beli belum kuat.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
EMAS Signal
HMSP Trend Following
MAPI Swing Trade
BUMI Day Trading
MINA Intraday Trading