...

Asing jual besar, rupiah tertekan, tapi Wall Street bangkit—peluang selektif mulai muncul di tengah

Sahamology - 22 Jan 2026

⚡Indeks Harga Saham Gabungan

IHSG ditutup melemah -1,36% ke level 9.010, bergerak volatil di rentang 8.978–9.105. Tekanan jual terutama datang dari asing net sell Rp1,9 triliun, meski nilai transaksi Rp33 triliun menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga. Pelemahan indeks dipimpin IDXIndustrial (-6,33%), diikuti IDXProperty (-3,44%) dan IDXTrans (-3,04%), mencerminkan aksi risk-off pada saham siklikal. Di sisi defensif, IDXNonCyc (+0,58%) dan IDXBasic (+0,14%) masih mampu bertahan. Untuk perdagangan berikutnya, pelaku pasar perlu mencermati lanjutan arus dana asing, reaksi pasar global, serta potensi technical rebound selama IHSG mampu bertahan di atas area support psikologis 9.000.


⚡Global Market

Wall Street rebound kuat dengan Dow Jones +1,21%, S&P 500 +1,16%, dan Nasdaq +1,18%, didorong meredanya risiko geopolitik dan laba korporasi solid. Investor mulai melirik rotasi sektor ke industri, kesehatan, dan small-cap. Namun pasar tetap sensitif terhadap isu independensi The Fed.


⚡Asia Market

Bursa Asia bergerak variatif. Nikkei 225 melemah -0,41%, namun masih bertahan di rekor tertinggi 54.487 seiring ekspektasi stimulus fiskal Jepang dan pelemahan yen yang menguntungkan eksportir. Hang Seng naik +0,37%, reli terbatas karena tekanan geopolitik dan kehati-hatian terhadap ekonomi China. KOSPI menguat +0,49% ke 4.909, mencetak reli panjang berkat saham AI dan semiconductor seperti Hyundai, Samsung, dan SK Hynix. Fokus pasar tetap pada kebijakan pemerintah, AI demand global, dan volatilitas mata uang.


⚡Komoditas

Crude Oil WTI naik ke USD60,6, didorong risiko geopolitik Iran–Rusia, namun kenaikan diperkirakan terbatas seiring kenaikan pasokan global dan lonjakan stok minyak AS. Emas melesat +1,47% ke USD4.836, mendekati rekor, menegaskan status safe haven di tengah inflasi dan ketegangan global. CPO Malaysia menguat ke MYR4.200, didukung sinyal teknikal harian, meski fundamental jangka menengah masih rapuh dan rawan konsolidasi.


⚡Rupiah & Kurs

Rupiah melemah ke USD/IDR 16.930, tertekan isu defisit fiskal melebar dan kekhawatiran independensi Bank Indonesia, menjaga sikap hati-hati investor asing. Sementara itu, USD Index (DXY) di 98,78 masih jadi jangkar global, tertahan data tenaga kerja AS yang solid meski tren jangka menengah melemah.


⚡Berita Emiten & Korporasi

BIRD - menggandeng Tahilalats lewat kolaborasi kreatif untuk memperkuat engagement dan penetrasi pasar generasi muda, sekaligus menegaskan inovasi pemasaran tanpa meninggalkan kepercayaan pelanggan.

CMRY - mendirikan anak usaha baru PT Artha Rasa Cimory sebagai langkah strategis ekspansi dan diversifikasi jangka panjang, didukung kinerja laba yang tumbuh solid dan posisi keuangan yang tetap sehat.

LPCK - BEI soroti rencana pembangunan 18 tower Rusun di Meikarta, sementara Lippo Cikarang (LPCK) pastikan kepatuhan hukum dan dukungan terhadap hunian MBR, meski sahamnya sempat terkoreksi.

MENN - Djoni, Sultan Jambi, melepas mayoritas saham Menn Teknologi (MENN) senilai Rp9,38 miliar melalui transaksi senyap, menurunkan kepemilikannya menjadi 5,09% dan meningkatkan porsi publik.

FOLK - berhasil menghimpun dana segar Rp57 miliar lewat private placement untuk ekspansi bisnis, seiring sahamnya melesat lebih 370% dalam 3 bulan.


⚡Quick Technicals IHSG

IHSG berada di 9010, menurun di bawah EMA7 (9031) dan mendekati lower Bollinger Band 8843, menandakan tekanan jual mulai terasa. Stochastic (15) menunjukkan overbought turun, potensi koreksi teknikal. Volume tinggi mendukung aksi profit taking, waspadai tekanan lanjutan sebelum rebound teknikal muncul.


⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader

EMTK Signal

ERAA Trend Following

TOWR Swing Trade

COAL Day Trading

MBMA Intraday Trading


Watchlist
View All

Akses Fitur Premium!

Tersedia Alert Signal, Screener, Watchlist dan AI analisa untuk portfolio saham Anda. Yuk berlangganan SAHAMOLOGY WEB untuk menikmati fitur alert watchlist untuk terus kamu pantau saham-saham pilihan. klik

Berlangganan Sekarang
Calendar Economic