...

Asia reli kuat, Wall Street wait and see, komoditas panas — IHSG siap lanjut naik atau mulai konsoli

Sahamology - 28 Jan 2026

⚡Indeks Harga Saham Gabungan

IHSG ditutup menguat 0,05% ke level 8.980 dengan pergerakan volatile di rentang 8.874–8.980. Meski indeks hijau, asing mencatat net sell besar Rp1,7 triliun, menandakan pelaku global masih berhati-hati. Dari sisi sektor, IDX Technology (+2,14%), IDX Cyclical (+1,72%), dan IDX Infrastruktur (+1,59%) menjadi motor penguatan pasar. Sebaliknya, tekanan datang dari IDX Industri (-3,45%) dan IDX Basic (-1,43%). Volume transaksi tercatat 1,6 miliar lot dengan nilai Rp26,6 triliun. Untuk perdagangan besok, IHSG berpotensi konsolidasi dengan peluang rebound sektoral, khususnya di saham teknologi dan konsumsi siklikal.


⚡Global Market

Dow Jones turun 0,83%, sementara Nasdaq naik 0,91% dan S&P 500 menguat 0,41%. Pasar global fokus menanti keputusan The Fed soal suku bunga serta rilis laporan keuangan raksasa teknologi. Kenaikan emas dan minyak mencerminkan sentimen defensif investor jelang kepastian kebijakan.


⚡Asia Market

Nikkei 225 naik 0,85% ditopang ekspektasi stimulus Jepang dan yen melemah yang menguntungkan eksportir. Hang Seng melonjak 1,35% seiring arus dana asing terbesar sejak 2022 dan optimisme pemulihan ekonomi Tiongkok. Sementara itu, KOSPI melesat 2,73% cetak rekor tertinggi berkat reli saham teknologi dan AI. Sentimen positif Asia ini berpotensi menjadi katalis pembukaan IHSG, meski volatilitas global tetap perlu diwaspadai.


⚡Komoditas

WTI Oil melonjak 2,90% ke area USD 62 didorong permintaan kuat dan risiko geopolitik Iran–Rusia. Harga emas naik 3,40% cetak rekor tertinggi, menegaskan rotasi investor ke aset safe haven di tengah volatilitas pasar saham global. Sementara itu, harga CPO relatif stagnan karena minim katalis jangka pendek. Pergerakan komoditas ini berpotensi memengaruhi saham energi, tambang emas, dan perkebunan pada perdagangan berikutnya.


⚡Rupiah & Kurs

USD/IDR naik ke 16.796 menandai tekanan lanjutan pada nilai tukar rupiah akibat defisit fiskal besar dan kekhawatiran independensi BI. Ironisnya, Dollar Index (DXY) justru turun 1,34%, mencerminkan pelemahan dolar global. Kondisi ini berpotensi memberi sentimen negatif jangka pendek untuk IHSG, khususnya saham berbasis impor.


⚡Berita Emiten & Korporasi

INDY - membentuk anak usaha baru PT Bima Invi Sinergi Alami untuk memperluas bisnis penunjang tambang dan logistik, sebagai bagian strategi diversifikasi jangka panjang.

DOID - Anak usaha DOID, BMMU, menambah modal US$46,5 juta ke BUMA SG sehingga kepemilikannya naik menjadi 98,46% sebagai langkah penguatan struktur permodalan grup.

ENRG - menemukan cadangan minyak baru sekitar 31 juta barel di WK Malacca Strait dengan potensi tambahan produksi signifikan, menjadi katalis positif bagi prospek produksi dan saham perseroan.

DEWA - Pefindo memberikan peringkat idA kepada DEWA yang ditopang kontrak jangka panjang dan visibilitas pendapatan kuat, dengan peluang upgrade jika kinerja keuangan membaik meski masih dibayangi risiko permodalan.

MDKA - Komisaris MDKA memborong 300 ribu saham di harga diskon sekitar Rp3.078 per lembar, mengirim sinyal optimisme manajemen seiring saham MDKA melanjutkan reli tajam hampir 50% sejak akhir 2025.


⚡Quick Technicals IHSG

IHSG ditutup masih di bawah EMA 7, menandakan tekanan jangka pendek belum sepenuhnya hilang. Namun harga tetap bertahan di atas middle Bollinger Band 20, menunjukkan struktur uptrend masih terjaga. Stochastic 15 mulai menurun dari area tinggi, mengindikasikan momentum melambat. Volume stabil, belum ada sinyal distribusi besar.


⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader

DEWA Signal

ENRG Trend Following

BULL Swing Trade

BKSL Day Trading

TAPG Intraday Trading


Watchlist
View All

Akses Fitur Premium!

Tersedia Alert Signal, Screener, Watchlist dan AI analisa untuk portfolio saham Anda. Yuk berlangganan SAHAMOLOGY WEB untuk menikmati fitur alert watchlist untuk terus kamu pantau saham-saham pilihan. klik

Berlangganan Sekarang
Calendar Economic