Investment Outlook:  

Penulis: Gembong Suwito ( Direktur Edukasi dan Investasi SAHAMOLOGY

Tanggal publish: Senin, 26 Desember 2022 

Investment Outlook  26-30 Desember 2022. Window Dressing Tidak terjadi di tahun 2022. Simak review dan prediksi IHSG, rekomendasi saham , Reksadana dan Obligasi.  

IHSG Review: Saatnya Menguji 7050 setelah Rilis Data Inflasi AS dan Kenaikan Suku bunga The Fed 0.5%.  

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pada perdagangan hari jumat (23/12) ditutup mengalami penurunan tipis sebesar 23 poin atau -0.35% dengan nilai transaksi sebesar Rp 8,14 Triliun sedangkan market caps IHSG di 9432 Triliun. Nilai Transaksi pada minggu kemarin termasuk terendah karena per hari kurang dari 15 Trilliun. IHSG dibuka pada 6824 dan lansung mengalami penurunan dengan batas harga terendah sebesar 6784 sebelum ditutup pada 6800. Selama satu minggu kemarin IHSG juga ditutup tipis dengan turun 11 point dari 6812 ke 6800 atau -0.17% seminggu. Sedangkan untuk Indeks LQ45 turun -1.78% dan Indeks IDX30 mengalami penurunan -2.03%.  

Beberapa Point utama yang terjadi pada minggu kemarin yaitu :  

  • BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 basis atau 0.25% menjadi 5.5% pada desember 2022.  

Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7 DRR) sebesar 25 basis atau 0.25% menjadi 5.5% pada rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlansung pada 21-22 Desember 2022. Dengan demikian , maka suku bunga Deposit Facility menjadi 4.75% dan suku bunga lending facility menjadi 6.25%. Kenaikan suku bunga acuan ini dilakukan untuk mengikuti keputusan bank sentral AS dan juga dalam rangka menekan laju inflasi indonesia. “ Keputusan kenaikan suku bunga yang lebih terukur tersebut sebagai langkah lanjutan untuk secara Front loaded preemptive dan forward looking memastikan terus berkelanjutannya penurunan ekspektasi inflasi sehingga inflasi inti tetap terjaga dalam kisaran 3 plus minus 1 persen. “ kata Gubernur BI pak Perry W . hal ini juga sejalan dengan kebijakan bank sentral AS The Fed yang masih agresif ( hawkish).  

Sejak awal tahun 2022 kenaikan Suku bunga BI dari 3.5% sekarang ke 5.5% pada desember 2022 alias sudah mengelami kenaikan 2%.  

Sudah berjalan 3 minggu bulan desember IHSG masih minus 3,75% sehingga tahun 2022 ini IHSG tidak akan mengalami Window Dressing alias ditutup selalu positif.  

Komposisi IHSG secara Sektoral  

Kinerja Sektoral IHSG Minggu Kemarin ( 19-23 Desember 2022 )  

Sumber: IDX  

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan seminggu kemarin ditutup mengalami penurunan tipis sebesar 11 point atau -0.17% sedangkan Indeks LQ45 turun -1,78% dan IDX30 mengalami penurunan terdalam di -2,03%. Hal ini dikarenakan saham bluechip penggerak Indeks seperti BBCA , BBRI , BMRI dan BBNI mengalami penurunan yang signifikan selama seminggu. 11 Sektor penyusun IHSG , 4 sektor yang mengalami kenaikan dipimpin oleh sektor energy yang naik 4,5% ( dipimpin oleh BYAN dengan market caps terbesar sekarang no 3 dibawah BBRI) , selanjutnya sektor infrastruktur 1.1% , sektor IDXCyclic 0.6% dan sektor industri yang naik 0.08% sedangkan 7 sektor dominan mengalami penurunan yang dipimpin oleh sektor basic sebesar -2.8% , sektor Finance atau keuangan yang turun -2,11% dan sektor teknologi yang turun -1,63%.   

Investor Asing 

Pola Pergerakan Investor Asing pada IHSG  

Berdasarkan data RTI, investor asing (foreign) pada penutupan bursa hari Jumat (23/12) melakukan aksi penjualan bersih (Net sell) sebesar Rp 775 Milliar yang terdiri dari Penjualan   bersih ( Net sell ) Rp 794 Milliar di pasar reguler dan pembelian bersih (Net Buy) sebesar 19 Milliar di Pasar Negosiasi dan Tunai. Selama seminggu kemarin Investor asing telah melakukan penjualan  bersih ( Net Sell )  sebesar Rp 1,49 Trilliun  di seluruh pasar. Selama sebulan Investor asing  mengalami penjualan bersih   ( net sell) sebesar Rp 14,74 Trilliun terutama di saham-saham Bluchips IHSG. Hal ini yang menyebabkan IHSG pada tahun 2022 ini tidak mengalami kenaikan efek Windows Dressing,   Secara awal tahun hingga data kemarin ( Ytd ) Investor asing sudah masuk sebesar Rp 64,60 Trilliun.  

5 Saham yang Diakumulasi Asing Terbesar dalam Mingguan (Dibeli Asing)  

Sumber Data: RTI Business 

Saham yang selama seminggu ini paling banyak dibeli oleh investor asing yaitu saham Indo tambangraya Megah sebesar 161 Miliar , saham Semen Indonesia sebesar 137 Milliar , saham Bank Rakyat Indonesia sebesar 56 Milliar , saham Unilever (UNVR) sebesar 24 Miliar dan saham United Tractor sebesar 22 Miliar. Dari jumlah pembelian saham yang sudah dilakukan oleh asing selama seminggu ini tergolong kecil alias sepi sekali.  

5 Saham yang Distribusi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dijual Asing) 

Sumber Data: RTI Business 

Saham yang dijual/distribusi oleh investor asing terbanyak adalah saham saham perbankan dengan yang teratas dijual adalah saham Bank Negara Indonesia (BBNI) sebesar 262 Miliar , saham bank mandiri ( BMRI) sebesar 223 Miliar , saham Bank BCA sebesar 205 Milliar , saham Adaro Energy Indonesia (ADRO) sebesar 119 Miliar dan saham Gojek Tokopedia (GOTO) sebesar 116 Milliar. Sehingga wajar IHSG turun karena dominan jual asingnya sebagai penggerak saham Bluechips.  

Invesment Outlook: IHSG Minggu Ini (26-30 Desember 2022) 

IHSG karena minggu kemarin sepi transaksi dan asing dominan jual maka Fix tidak ada Window Dressing ( IHSG ditutup Positif) tahun 2022.  IHSG minggu ini masih mencoba untuk test 6900 dan selanjutnya  7050 sedangkan support kuat masih di 6700 dan 6600 ( belum tertembus selama ini) secara outlook IHSG minggu Ini akan positif , semoga volume transaksi kembali rame tidak sepi.  

Data dan Sentimen Kuat Penggerak Market 

Data Global: 

Sumber: Investing.com 

Tidak ada data ekonomi penggerak market yang signifikan secara global dan domestik. Jadi murni pergerakan sentimen dan suplay demand aj.  

Rekomendasi Saham  

Saham-saham yang kita akumulasi sebagai bagian strategi Windows Dressing dan januari efek fokus pada saham Bigcaps antara lain : BBCA , BBRI , ANTM , HRUM , UNVR ( dengan tema sektor keuangan , logam dan Consumer). Masih sama dengan minggu kemarin rekomendasinya ( market sepi pergerakan masih kecil)   

  1. BBCA  

BBCA rencana pembelian kembali di under 8500-8400 , target BBCA masih sama yaitu minimal 9000-9200 ( pada januari -Februari ketika pembagian deviden).  

  1. BBRI   

BBRI kita rencana akumulasi pembelian kembali jika under 4700-4800 dengan target 5100 pada januari atau maksimal di februari ketika Deviden dibagikan dengan target yield Deviden 3-4% efek profit jumbo di BBRI.  

  1. ANTM   

ANTM secara fundamental menarik dengan kenaikan laporan keuangan yang signifikan , sentimen harga emas global yang naik , serta adalah story baterai listrik dan subsidi besar yang dilakukan oleh pemerintah ( sepeda motor dan mobil listrik)  

Investment Outlook:  

Reksa DanaBerikut rincian pergerakan reksa dana indeks basis LQ45, IDX30, dan JII: 

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45  

Indeks LQ45 masih trend turun dengan target support di 925 dan 910 ( support kuat minggu ini ) , sedangkan resisten di 940 dan 950 ( resisten kuat minggu ini ) . sekarang LQ45 masih dibebani dengan saham2 kapitalisasi besar yang berhubungan dengan Goto dan sektor finance yang koreksi. Minggu ini cenderung Sideways dengan dominan test support di 920.  

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30 

IDX30 akan mirip pergerakan dengan LQ45 , tes supprt di 480 dan 470 ( suport kuat minggu ini ) , sedangkan batas resisten masih di 500 dan 510. Secara outlook masih cenderung negatif alias turun ( test suport di 480) 

Indeks Syariah/Jakarta Islamic Indeks (JII) 

JII juga masih tes suport di 580 dan 570 ( batas suport minggu ini ) , sedangkan resisten di 590 dan 600 ( resisten kuat minggu ini ) secara outlook masih negatif minggu ini.  

Rekomendasi Reksa Dana 

Berikut ini merupakan produk reksa dana yang unggul atau memiliki kinerja lebih baik (aktif) dibandingkan dengan market (YtD). 

Reksa Dana Saham  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas IHSG  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 200 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 9-15%  
  • Top 20 Manajer Investasi (MI) sisi Dana Kelolaan  

Reksadana Saham 

Sumber: Indopremier per 25 Desember 2022 

Rata-rata reksa dana yang kinerjanya bagus adalah reksa dana yang penempatan di saham-saham medium small dengan karakter jenis aktif pengelolaannya. Untuk bluechip saham-sahamnya mulai turun.  

Sektoral dan Top Holding Sahamnya Per Data FFS  

  • Panin Dana maksima : Jenis reksa dana aktif  yang pengelolaannya akitf pada saham-saham Value investing. Kemarin group panin naik tinggi sehingga reksadana ini mengalami kenaikan yang signifikan. Contoh penempatan di Saham PNBN , PNLF , ADRO , BUMI , BMRI , BBRI dan ADMF terutama Group Panin yang naik 

Reksa Dana Campuran 

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Balance Fund Indeks  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 7-12%  

Sumber: Indopremier 

Sektoral dan Top Holding Saham dan Obligasinya Per Data FFS  

  • Batavia Dana Dinamis: Alokasi kebijakan investasinya di pasar uang 11%, obligasi perusahaan sebesar 8%, obligasi pemerintah di 19,94% dan saham sebesar 61,03%.  

Top holding sahamnya: BBCA, ARTO, BMRI, BBRI, BTN, BBNI, TLKM.  

  • Schroder Dana Campuran: Portofolio aset alokasi di saham 57%, obligasi 39,58% dan cash sebesar 3% sedangkan untuk top holding perusahaannya adalah BBCA, BBRI, BBNI, TLKM , ASII. 

Reksa Dana Pendatapan Tetap  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Fix Income Indeks  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 4-6%  

Reksa dana pendapatan tetap dengan kinerja di atas rata-rata pendapatan tetap yang ada di market karena strategi investasi mereka adalah di obligasi swasta yang dominan diambil. 

Oleh karena itu, kinerjanya lebih bagus dan stabil. Contoh pada FFS di Succor Invest Stable Fund dan Equity Dana Pasti.  

Reksa Dana Pasar Uang  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD)   
  • Asset Under Management (AUM): di atas 500 M  
  • DrawDown (DD): 0-0,5%  

Sumber: Indopremier 

Penempatan reksa dana pasar uang lebih dominan di obligasi jangka pendek dibandingkan dengan deposito dan penempatan deposito dengan rate bunga yang menarik yaitu ada di Bank buku 1-2 dan porsi obligasi swasta lebih banyak. 4 dari 5 reksadana pasar uang mengalami sharpe rasio yang negatif karena efek penurunan porsi obligasinya.  

Investment Outlook: Obligasi 

Obligasi Negara tipe FR yang menjadi acuannya adalah FR tenor 10 tahun: 

Sumber: CNBC 

Secara yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun kembali ke 6.911% alias kembali ke yield wajarnya dengan harga 96,35. Penurunan obligasi negara dan reksadana pendatapan tetap berbasis obligasi negara sudah mulai berkurang.  

Untuk sementara P2P kita tidak rekomendasi sambil melihat perbaikan sistem dan perlindungan Investor untuk P2P.  

Disclaimer ON 

Sifat dari analisis ini adalah pandangan pribadi penulis berdasarkan pemahaman dan pengalaman , segala instrumen Investasi ada sisi risiko dan potensinya. Do Your Own Research (DYOR)! 

Untuk versi E-Book, silahkan download disini