Marketnya masih belum kuat untuk naik tapi setidaknya bisa tahan tekanan bear kemarin. IHSG tetap meradang dalam perdagangan yang relatif sepi. Pelaku pasar masih tampak ragu dan hati hati.

Hunting Bargain Jadi Momentum Rebound Sesaat

Awal perdagangan index alami under psikologis tertekan hingga level 5752 sebelum akhirnya memantul dan sempat di zona hijau 5814. Namun kegembiraan ini tidak berlangsung lama karena setelah pembukaan sesi 2 index kembali tertekan dan akhirnya tutup di level 5787 atau turun -19.9 point yang setara dengan -0.34%.

Namun  terjadi kenaikan dari  jumlah saham yang hijau dari 100 pada hari Senin menjadi 164 pada hari Selasa tandakan mulai ada pembelian ‘hunting bargain’ saham saham yang dirasakan sudah turun jauh. Sektoral pun mixed setelah ada 3 sektor yang menguat : AGRI MISC-IND dan FINANCE. Selain itu saham saham yang tergabung dalam index LQ45 cenderung flat menguat super tipis +0.162 atau +0.01%. Hal ini tandakan masih ada semangat di market untuk tidak turun lebih dalam lagi apalagi setelah index  memantul dari level support 5767 nya.

Belum Ada Tanda Pemulihan di Market Global

Market global pun masih belum ada tanda tanda pemulihan. Bahkan DOW kembali terperosok -879 point atau setara dengan -3.15% dalam perdagangan semalam. S&P 500 dan NASDAQ juga alami hal yang sama terjun -3.03% dan -2.77%. Walaupun di awal perdagangan sempat naik +180 point namun index 30 saham unggulan dan terbesar di Amerika akhirnya menyerah jauh di bawah level psikologis MA200 nya. Index volatility VIX naik tajam +11.27% ke level 27.85 tandakan market alami koreksi dan downtrend. Penurunan ini membuat DOW dan S&P500 telah turun lebih -8% dari level tertinggi yang dicapai awal Februari. Sedangkan NASDAQ sudah terpangkas -8.9% dari level tertingginya di 19 Feb 2020.

Penyebaran virus COVID-19 yang meluas di Timur Tengah dan Eropa menjadi kekhawatiran pelaku pasar global. Bahkan Iran saat ini menjadi negara dengan angka kematian tertinggi 16 dari 95 kasus. Selain itu penyebaran di Italy tidak hanya terpusat di provisi bagian Utara tapi juga sudah masuk ke bagian Selatan dan telah membuat 322 orang positif dengan 10 telah meninggal dunia. Sedangkan di Korea Selatan telah hampir 1000 orang terjangkiti positif dan telah tewaskan 10 orang. Banyak yang menduga bila penyebaran di Eropa dan Timur Tengah belum dapat ditangani secara baik maka akan memberi impact yang dominan terhadap pelambatan ekonomi global termasuk Amerika. Hal ini membuat banyak analis berspekulasi bahwa The FED akan pangka suku bunga sebagai stimulus ekonomi.

Candle Doji Jadi Signal Kekhawatiran dan Keraguan

Saat market masih ditandai ketidakpastian ternyata beberapa saham memantul dan memberikan peluang beli buat beberapa trader. Saham saham seperti CTRA INDF EXCL LUCK MAPI ISAT SMRA TBIG KBLI kemarin cukup ramai diperdagangkan sehingga bisa kembali diperhatikan pada hari ini.

Walaupun kemarin index tertahan tidak breakdown level support 5767 namun bentukan candle doji tandakan masih ada kekhawatiran di market mengenai arah IHSG. Trend turun yang belum selesai apalagi kemarin sudah tertahan di area lower bolinger menjadi signal kehati-hatian. Apalagi MACD kembali alami deadcross dan stochastic sudah masuk kembali ke area < 20 oversold dengan kekuatan bear  yang dominan.

Index hari ini berpotensi kembali alami under psikologis di awal perdagangan dan uji area support 5767. Rencana pemerintah berikan stimulus ekonomi terhadap potensi pelambatan ekonomi karena pengaruh pandemi COVID19 diharapkan bisa membatasi penurunan sehingga setidaknya index hanya akan mixed terkonsolidasi di level 5752 – 5820. Potensi pergerakan IHSG hari ini antara 5692 – 5847

Tone dan Manner IHSG : Pelaku Pasar Masih Ragu dan Tetap Waspada Sikapi Downtrend IHSG (dan Market Global)

Potensi Pergerakan :  5700 – 5850

Ketika market bearish dan memasuki teritori koreksi seperti sekarang pasti banyak yang menghindari market. Semalam market Amerika sudah terkoreksi lebih dari -8% dari level puncaknya. DOW pun sudah berada di bawah level MA200 yang menjadi indikator trend bagi para investor dan trader.

Kadang euphoria ketika market naik atau bullish buat kita lupa diri dan tidak menerapkan kehati-hatian dalam melakukan pembatasan resiko. Sehingga banyak kejadian saham dimiliki nyangkut.  Kadang market memang memabukkan walaupun cuma memandang layar trading ditemani teh botol https://sahamology.id/bullish-market-itu-memang-memabukkan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *