Index belum memiliki tenaga untuk naik, namun setidaknya penurunan lanjutan sudah bisa berhasil dicegah. Dalam perdagangan kemarin index alami roller coaster setelah sempat berada di level 5878 sebagai puncak intraday index sempat sentuh level terendah 5853 sebelum ditutup naik tipis flat +0.578 point atau +0.01%. Ada 174 saham yang naik dan 218 saham yang alami koreksi dengan value perdagangan hanya capai 5.7 trilyun.

Sepinya likuiditas di bursa dan minimnya transaksi yang hanya 65 juta lot masih terus hantui pergerakan saham harian. Butuh kekuatan modal untuk mengkerek index naik apalagi setelah dihantam begitu banyak sentimen negatif regional dan global. Saat bursa regional yang terpapar langsung dengan virus corona sudah alami rally dan menutup gap penurunan hingga -8%, justru IDX masih terus merosot perdagangan dan nilainya.

Investor masih wait and see melihat pergerakan harga saham di IDX karena belum terjadinya tanda tanda pembalikan arah secara permanen. Walaupun kemarin index sudah tidak membuat low baru namun bentukan candle spinning top tandakan masih belum kuatnya persepsi pasar untuk naik. Sektoral masih terjadi mixed dengan 4 sektor melemah dan 5 sektor menguat. Sedangkan asing lebih banyak melakukan net sell ketimbang net buy dengan total outflow capai -775 milyar. Tekanan terbesar berasal dari sektor FINANCE setelah saham saham utamanya banyak dibuang oleh asing : BBRI -335 milyar dan BBCA -313 milyar. Selain itu saham SMGR dan TLKM juga masih dilepas hingga -64 milyar dan -27 milyar. Asing hanya catatkan minor inflow pada saham seperti BMRI +21 milyar, GGRM +20 milyar dan INCO +14 milyar. Masih sepinya ‘tarikan’ asing membuat index pun masih ogah-ogahan untuk naik.

Kondisi ini tidak membuat bahwa semua saham di bursa tidak menarik lagi untuk diperhatikan. Masih ada beberapa saham yang dapat menjadi watchlist hari ini termasuk CPIN LPPF BBTN JPFA ERAA PWON MEDC dan MNCN.

Saham CPIN berpeluang bentuk double bottom dengan MACD mendekati golden cross dengan target 6700-6900.

Kondisi yang sama juga terjadi pada saham JPFA yang bila break level 1535 berpotensi ke level 1600-1645.

Bila break area resisten 1825 akan membentuk trend naik yang lebih solid dengan target h ingga 1900-1925.

Index yang kemarin sudah tidak membentuk lower low dan bertahan di support 5843 dapat menjadi tanda awal potensi rebound. Apalagi kondisi stochastic semakin mendekati perpotongan %K dan %D sebagai signal bahwa kekuatan bull akan mengambil alih. Selain itu selama 2 hari kebelakang MACD histogram masih mengarah ke direction positive yang dapat menjadi peluang penurunan semakin terbatas. Index hari ini masih berpotensi mixed dengan kecenderungan menguat. Area pergerakan IHSG : 5829 – 5904

Tone dan Manner IHSG : MACD Histogram Masih Positif, Index Masih Berpotensi Mixed Menguat

Potensi Pergerakan :  5829 – 5904

Investor saham pemula kadang alami kesulitan untuk memilih saham saham yang akan ditransaksikan dari sekitar 680 saham yang ada di bursa. Namun untuk mempermudah dapat melihat dari list 30 saham yang sudah dikurasi oleh pihak IDX.

Ini list terbarunya untuk bulan Februari hingga Juli 2020 yang dapat dijadikan watchlist  https://sahamology.id/2020/02/17/30-saham-ini-cocok-untuk-watchlist-para-pemula/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *