Pekan lalu IHSG berhasil naik +1.4% dan lanjutkan pola kangaroo (1 minggu positif, 1 minggu negatif). Namun sayang nya masih belum bisa breakout level 4978-4490 yang merupakan area resisten inside bar konsolidasi. Good newsnya adalah posisi candle sekarang sudah berada di atas level MA5-MA20 sehingga masih dalam trend penguatan jangka pendek. Bisakah pekan ini index break 4977 dan berada di atas level 5000 ? atau lanjutkan pola kangaroo dan ditutup negatif ? Bagaimana kelanjutan drama saham PZZA yang banyak didera sentimen negatif ?

Asing Masih Jualan Namun Intensitasnya Mulai Berkurang Sejak Awal Pekan

Tarik ulur kekuatan bear dan bull terjadi dalam perdagangan minggu lalu. Hal ini terlihat dan bentuk candle yang dominan di isi oleh spinning top dan doji. Bentukan candle tersebut tandakan masih belum tegasnya kemenangan seller dan buyer sehingga index terkonsolidasi lagi. Walaupun pada hari Kamis kekuatan bull dominan namun di hari Jumat mulai muncul lagi kekuatan seller untuk lakukan profit taking.

Sepanjang sepekan investor asing cenderung masih lakukan profit taking. Namun intensitasnya mulai turun dari net sell -567 milyar di awal pekan menjadi net buy +108 di akhir pekan hari Jumat. Secara total memang masih terlihat net sell dengan total -1.38 trilyun pekan lalu. Bila dibandingkan dengan pekan sebelumnya jelas lebih rendah karena sebelumnya capai -1.9 trilyun. Secara sektoral outflow terbesar berasal dari sektor INFRA -494 milyar, PROPERTY -226 milyar. Satu satunya sektor yang masih dapat suntikan dana asing adalah CONSUMER sebesar +27 milyar di pasar regular.

Net Buy Sell Asing 29 Juni – 3 Juli 2020

5 saham yang paling banyak dijual asing di pasar regular : BBRI TLKM BMRI PGAS dan TKIM

5 saham yang paling banyak dibeli asing di pasar regular : BBCA TOWR INDR ICBP dan BNLI

Detail Market Summary Jumat 3 Juli 2020

Franchisee Pizza Hut di Amerika Alami Pailit/Kebangkrutan, Saham PZZA Digoreng Turun.

Market pekan lalu diramaikan oleh kabar tentang bangkrutnya NPC International, operator dan franchisee brand Pizza Hut dan Wendy’s di Amerika. Jumlah outlet yang dioperasikan oleh NPC termasuk terbesar di Amerika yaitu 1200 restaurant dan pekerjakan hampir 40ribu orang di 27 negara bagian Amerika.

Kondisi banyaknya penutupan restaurant selama periode lockdown membuat revenue perusahaan anjlok dan terbebani oleh utang sebesar USD 1 milyar. Inilah yang menjadi alasan perusahaan untuk mengajukan kepailitan untuk melakukan restrukturisasi utang dengan pemberi kreditnya. Namun pengajuan ini tidak berarti bahwa perusahaan akan dilikuidasi mengingat yang dipergunakan sebagai basis pengajuan pailit adalah Chapter 11 Bankruptcy.

Kabar ini sontak ‘digoreng habis” di market seolah Pizza Hut di Indonesia yang dioperasikan oleh PT Sari Melati akan alami nasib yang sama dengan NPC International. Saham perusahaaan turun sejak 24 Juni dari level 900-an hingga hari Jumat lalu close di level 695.

Bagaimana Prospek Trading Saham PZZA, Berapa Target Reboundnya ?

Penurunan saham PZZA memang lebih banyak terjadi karena terpangkasnya performa di Quarter 1 – 2020 dimana EPS nya turun dari Rp 13/saham menjadi Rp 2/saham. Hal ini setelah sepanjang kuartal 1 hanya catatkan penjualan 955 milyar dan cetak laba 6,04 milyar saja. Sama seperti NPC International dimana banyaknya outlet dalam mall yang tutup, pembatasan pembukaan restaurant, berkurangnya traffic dan kapasitas tempat duduk membuat sales turun.

Potensi bahwa selama kuartal II penjualan masih akan slow karena PSBB, namun diharapkan pada kuartal III akan terjadi rebound dari level terendah saat PSBB berlangsung masif. Bahkan di Amerika dan global sendiri penjualan Pizza Hut di 7100 outletnya sudah terjadi rebound.

Saran untuk trading saham PZZA, saat ini masih akan coba untuk sentuh level support 585 dan keluar dari area lower bollinger band nya. Bisa spekulasi untuk buy di level 585-600 saat stochastic terjadi golden cross di area oversold. Target technical rebound ke area 775-800.

Analisis Daily Chart Saham PZZA

Index Struggle Breakout Resisten Konsolidasi 4990 Untuk Manggung di 5000

Kondisi saat ini index masih struggle untuk bisa breakout area resisten konsolidasi 4978-4990 yang sudah berlangsung 2 minggu. Effort pada hari Jumat masih gagal karena market masih dipengaruhi oleh besarnya katalis negatif terkait kenaikan jumlah COVID di Amerika dan Indonesia. Angka cases COVID di Amerika bahkan dekati level 3 juta orang dengan penambahan kasus baru sudah lebih dari 50ribu per hari dalam 3  hari berturut turut. Kasus di negara bagian besar seperti California, Texas, Arizona dan Florida menambah beban baru sehingga Amerika diexclude dari daftar negara yang boleh terbang ke Euro Zone bulan Juli ini.

Secara teknikal index sudah berada kembali di atas level EMA7 dan MA20 sebagai support. Stochastc juga sudah memantul masuk area 50-80 mid overbought dengan kondisi bull leading. Arah dari MACD juga masih positif sehingga potensi pembalikan arah masih kecil.

Index hari ini diproyeksikan akan mixed konsolidasi untuk kembali dobrak area 4978-4990 yang pada hari Jumat lalu gagal dibreakout. Bila gagal maka akan kembali masuk dalam rentang konsolidasi, Area Support Resisten hari ini pada rentang 4878-5037.

Beberapa saham yang perlu diperhatikan untuk trading cepat hari ini : MTDL PPRE CPIN HSMP INDF AALI BRPT MNCN TKIM BTPS INKP JPFA PTPP WSKT WOOD

Tone dan Manner Hari Ini :  Index Kembali Coba Break 4978-4990 Untuk Masuk Zona 5000-an

Support – Resisten  : 4878 – 5037

Kabar TETRA SAHAM

Cek out video terbaru Teknik Cuan Gunakan Tetra Saham

Video Bagian 1

Video Teknik Cuan Pakai TETRA SAHAM

Kabar SAHAMOLOGY

Dapatkan video video edukasi terbaik SAHAMOLOGY di aplikasi TETRA SAHAM.

Ketinggalan workshop mini class ? Bisa beli videonya dengan skema rental 30 hari

Ikut workshop tapi lupa beli paket dengan playback ? Bisa juga beli Video On Demand nya

Murah banget, mumpung ada promo menjadi Rp 80,000 dengan rata rata durasi 2 jam edukasi.

Topiknya mulai dari Scalping, Psikologi Trading, Investasi dan Fast Trading.

Download dan install update terbaru ini dari link http://onelink.to/tetrasaham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *